International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang
International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang

Pengalaman di Bawah Langit Eropa

Author : Administrator | Selasa, 08 Juli 2014 09:15 WIB
 

Pengalaman di Bawah Langit Eropa

Oleh: Kusuma Wardana

Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris FKIP UMM

Alumni Erasmus Mundus 2010

 

Pengalaman yang saya dapatkan selama kuliah di Portugal antara lain mencakup aspek pendidikan, pengalaman menyenangkan, pengalaman kurang menyenangkan, dan pesan bagi calon penerima beasiswa Erasmus Mundus lainya.

Pertama, menyangkut tentang aspek pendidikan. Pendidikan di negara Eropa, khususnya Portugal jelas sangat berbeda dengan negara kita. Bagi penduduk Portugal, pendidikan merupakan suatu kewajiban yang harus mereka lakukan, guna mengabdi kepada negara mereka. Mereka sangat sadar akan pentingnya pendidikan bagi masa depan. Masing-masing individu berusaha mendapatkan ilmu pengetahuan dengan berbagai cara yang telah tersedia di tiap-tiap pendidikan formal di kota Braga. Berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika melakukan observasi di salah satu sekolah dasar di Braga, saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa, antara lain, anak-anak yang bersekolah di sekolah dasar mendapatkan bimbingan dari guru-guru yang berkualitas dibidangnya. Mereka juga bisa menyalurkan aspirasinya dan mengibarkan ekpresi serta kreasi mereka dengan fasilitas yang sangat memadai. Pada intinya, orang Portugis sangat menyadari pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka dan mereka sangat inisiatif dalam menggali ilmu pengetahuan.

Kedua, mengenai pengalaman menarik yang saya dapatkan saat musim liburan natal antara lain; kesempatan untuk bisa berlibur ke beberapa tempat wisata di eropa, diantaranya adalah Kota Barcelona-Spanyol. Pada saat mengunjungi kota Barcelona, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi stadion Nou Camp, stadion kebanggaan masyarakat Catalan, tempat dimana FC Barcelona berlatih dan mengasah kemampuan mereka setiap hari. Saya sempat menonton pertandingan FC Barcelona VS Athletic Club secara langsung pada akhir desember 2010 lalu dengan hanya membayar 18 Euro atau setara dengan Rp. 200.000. Selain itu, saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi wisata bawah laut Barcelona dan beberapa pasar tradisional di Placa de Cataluña untuk mencicipi masakan tradisional di sana dengan makanan khas mereka yang bernama ”Tapas”.  Saya mendapatkan teman satu kamar yang berasal dari beberapa negara seperti Turki dan USA. Kami menghabiskan waktu kami bersama selama 3 hari di Barcelona dengan mengunjungi berbagai restoran dan tempat wisata alam. kami juga bertukar cinderamata dari negara asal masing-masing sebagai kenang-kenangan selama berlibur di eropa. Selain itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke Kota Paris. Satu minggu saya habiskan di negara yang megah ini. Saya mendapatkan teman dari berbagai negara ketika mengunjungi kota Paris, diantaranya dari Korea Selatan, dia bernama Choi, dan teman dari Jepang yang bernama Watanabe. Kami menghabiskan 1 minggu berlibur di paris bersama dengan mengelilingi berbagai tempat seperti Menara Eifel, Place de la Concorde, The Sacré-Cœur Basilica, Notre Dame de Paris, Élysée Palace., Arc de Triomphe, Musée du Louvre, Ville de Paris, Archieves Nationales, dan Musée de l'Armée. Namun dari beberapa tempat di atas ketika saya kunjungi sedang tutup dan saya hanya bisa melihatnya dari luar bangunan saja. Hal yang paling menarik dari liburan ini adalah tantangan untuk bertahan hidup di negara eropa tanpa teman dari Indonesia karena saya melakukan perjalan keliling Spanyol dan Prancis seorang diri. Namun, sebuah kebetulan yang sangat indah bagi saya karena bisa bertemu dengan teman yang Erasmus di Portugal yang juga sedang berlibur di Paris pada saat perayaan hari besar Natal.

Ketiga, mengenai pengalaman yang kurang menyenangkan. Sebuah pelajaran besar bagi saya untuk berhati-hati ketika menentukan rute perjalanan ke negara yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, karena sebuah kecerobohan, saya hampir menghabiskan satu malam saya tanpa tempat tinggal dan tidur di tempat lapang dengan kondisi cuaca bersalju dan suhu minus 7 derajat selsius. Sebuah bandara di kota Beauvais – Paris, tidak memperbolehkan pengunjungnya untuk bermalam di bandara, namun pada saat itu saya tidak mengetahui info tersebut dan berangkat dari Paris menuju kota Beauvais untuk bermalam di bandara guna menghemat uang sewa hotel pada malam terakhir. Alhasil, saya di tidak diperbolehkan  oleh petugas bandara dan harus mencari penginapan di kota Beauvais sebelum pukul 00.00. Sialnya, dikarenakan liburan perayaan hari besar Natal dan tahun baru, seluruh hotel di kota Beauvais tutup pada saaat itu dan saya tidak memiliki tujuan lagi untuk bermalam. Sedangkan shuttle bandara menuju kota Paris sudah habis dan sangat tidak mungkin bagi saya mengunakan jasa angkutan taxi untuk pergi ke Paris dengan jarak tempuh selama 3 jam. Saya hanya bisa berdoa sambil meneteskan air mata yang sudah membeku di luar bandara dengan tumpukan salju yang setebal setengah lutut kaki saya. Namun pada rombongan kedatangan penerbangan terakhir, ada seorang gadis yang berkewarganegaraan Prancis yang bernama Estelle, pesawatnya terpaksa ditunda karena tebalnya tumpukan salju pada malam itu datang menghampiri saya dan menanyakan keadaan saya. Singkat cerita dia menawarkan untuk sharing kamar di hotel tempat dia biasa menginap dikota Beauvais. Saya bersyukur dan bersujud saat itu. Inilah bentuk pertolongan Allah SWT dan sekaligus jawaban dari do’a yang baru saja saya panjatkan. Setelah itu, kemanapun saya bepergian, saya akan mencari info selengkap mungkin guna menghindari pengalaman buruk yang serupa.

Keempat, mengenai pesan saya kepada teman-teman semuanya. Ketika berada di negara orang, berhati-hatilah dan selalu mematuhi peraturan yang berlaku, baik peraturan tertulis maupun peraturan yang tidak tertulis atau berkaitan dengan kebudayaan mereka. Dengan mengikuti peraturan dan selalu bersikap sopan, maka kita akan mendapatkan respek dari masyarakat sekitar. Jangan malu bertanya dan selalu bawa map serta kompas kemanapun anda bepergian di eropa kelak.

 

Ringkas kata, pengalaman yang saya dapatkan selama kuliah di eropa dalam rangka beasiswa Erasmus Mundus ini sangatlah luar biasa. Saya merasakan sebuah kenikmatan yang luar biasa dengan melihat jendela dunia, dan membangkitkan motivasi diri untuk menggali ilmu pengetahuan dalam skala yang lebih besar. (Dana/Iro)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image