International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang
International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang

Mimpi Semua Orang

Author : Administrator | Kamis, 03 Juli 2014 10:24 WIB
 

MIMPI SEMUA ORANG

 

Oleh: Budiman

Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik UMM

Alumni Erasmus Mundus 2010

 

Belajar keluar negeri adalah impian semua orang, tak terkecuali saya, yang sejak SMA bercita-cita suatu saat bisa belajar di luar negeri. Bak gayung bersambut, harapan itu pun kemudian muncul, ketika di kampus tempat saya kuliah untuk jenjang S1, Universitas Muhammadiyah Malang, menjalin kerja sama dengan Uni Eropa melalui program beasiswa pertukaran pelajar/mahasiswa ASIA-EROPA “Erasmus Mundus External Cooperation Window Bridging The Gap Lot 12” dan memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa UMM untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Dengan penuh antusias, saya kemudian mengikuti proses seleksi untuk program tersebut. Pada awal seleksi, kita diminta untuk memilih 2 negara Eropa yang paling kita minati untuk belajar di sana, sesuai dengan jurusan masing-masing. Setelah melihat dan mempetimbangkan negara-negara Eropa tujuan program tersebut, saya kemudian menjatuhkan pilihan pertama ke University of Trento-Italy, dan Atilim University-Turky. Alahamdulillah, pada saat pengumuman, saya dinyatakan lulus untuk mengikuti program Erasmus Mundus di University Of Trento-Italy. Tanggal 26 september 2010, saya akhirnya berangkat menuju italy.

Senin 27 september, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tanah Eropa, yaitu tepatnya Bandara International Frankfurt-Jerman, untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju Verona-Italia. Tampak begitu kontras pemandangan di sana dengan apa yang sehari-hari saya saksikan di tanah air. Semuanya terasa asing di mata melihat di sekeliling orang-orang berkulit putih dan asing pula ditelinga dengan bahasa-bahasa eropa yang tidak saya pahami sama sekali kecuali modal bahasa inggris yang sederhana. Selama 8 jam transit di Frankfurt, akhirnya perjalanan menuju Verona dilanjutkan. Dengan menempuh waktu perjalanan kurang lebih satu setengah jam, akhirnya tibalah saya di bandara Verona yang kemudian menuju stasiun Verona Puorta Nuova dengan menggunakan Aerobus, bis khusus bandara-stasiun. Dengan menggunakan kereta api (Tren Iitalia), perjalanan saya pun dilanjutkan menuju kota terakhir, kota yang akan menjadi rumah  selama beberapa bulan ke depan, kota yang secara geografis terletak disebelah utara Italia, tempat dimana saya akan menimbah ilmu, untuk satu semester kedepan, Trento.

Selama satu semester di Italy, saya mengikuti perkuliahan yang telah disepakati sebelumnya dengan pihak University of Trento. Tiga mata kuliah tersebut adalah, Introduction to Electronic System, Design and Production System, dan Measurement system and Application, serta Italian Course untuk kursus bahasa Itali. Ada beberapa kendala yang saya hadapi selama perkuliahan, antara lain semua mata kuliah yang saya tempuh itu adalah mata kuliah untuk jenjang S2 (master), sedangkan saya masih berstatus mahasiswa S1, bahasa pengantar dalam kelaspun memakai bahasa Itali, yang membuat saya agak kesulitan dalam mengikuti mata kuliah tersebut. Selain itu mata kuliah yang saya tempuh itu agak sedikit berbeda dengan jurusan saya, serta sistem perkuliahan yang agak sedikit berbeda dengan UMM. Namun demikian, saya tetap berusaha bagaimana caranya agar saya bisa mengerti mata kuliah tersebut. Dan bantuan dari teman-teman yang penduduk asli Itali juga sangat membantu dalam proses kuliah tersebut.

Sensasi berbeda yang saya rasakan, ketika mengikuti kelas bahasa Italy. Walaupun baru pertama kali mempelajari bahasa Itali, saya cukup antusias, penuh semangat untuk mempelajari bahasa negara asal Leonardo da Vinci tersebut. Mahasiswa yang ikut kelas bahasa Itali pun cukup beragam, berasal dari berbagai negara, seperti, Amerika, Rusia, Turki, Ceko, Polandia, Portugal, Meksiko, Brazil, Jepang, China, Negara Asean Laos, Myanmar, dan tentunya Indonesia, yang kali ini diwakili oleh saya sendiri. Dengan professore Signore Fabrizio Rosanelli, kelas bahasa Itali pun dibuat sangat menyenangkan, kita dibiasakan dengan bahasa Italia di kelas, mulai dari listening, writing sampai speaking-nya, semuanya menggunakan bahasa Itali dan meminimalisir penggunaan bahasa yang lain, dengan begitu, kami semua lebih cepat mengerti.

Menjalani hidup 5 bulan di negara dengan ibu kota Roma tersebut, khususnya di kota Trento, sangat menyenangkan, walaupun pada awalnya, banyak hal yang harus disesuaikan, mulai dari hal kecil sampai yang besar, karena perbedaan yang cukup signifikan dengan Indonesia. Suhu yang cukup dingin, dengan suhu rata-rata di bawah 10 derajat, dan bahkan sampai minus, karena pada waktu itu di Itali atau negara-negara Eropa sedang memasuki musim dingin, atau dalam bahasa Italinya Inverno. Kami mahasiswa Indonesia yang tidak terbiasa dengan musim ini, harus mempersiapkan baju musim dingin atau tepatnya jaket tebal untuk tetap bisa beraktifitas diluar apartemen. Via Della Resistenza, 64 adalah alamat apartemen, tempat dimana saya tinggal, khususnya di lantai dasar (Piano Terra) Bersama dengan 2 orang teman yang berasal dari India, Dhaval Gandhi dan Anand Pandey, mahasiswa master dan Phd, Computer Science. Hidup bersama mereka selama di Trento, memberikan banyak pelajaran, mulai dari saling toleransi terhadap perbedaan keyakinan, menghargai kebudayaan satu sama lain, sampai berbagi resep masakan. Hal itu membuat saya merasa mendapatkan saudara baru.

Selain mengikuti kegiatan perkuliahan, saya juga memiliki kesempatan mengunjungi beberapa kota di Itali, yang penuh dengan sejarah yang selama ini hanya bisa dilihyat keindahannya melalui televisi. Beberapa kota di Itali yang saya kunjungi adalah:

1. Venesia, kota yang berada di atas air, dengan transportasi yang disebut gondola (semacam perahu kecil).

2. Roma, Ibu Kota Italia, di sana mengunjungi beberapa peninggalan sejarah Romawi kuno seperti, Koloseum, dan sebagainya.

3. Milan, yang katanya kota mode, namun pada kesempatan waktu itu, tujuan utamanya adalah menyaksikan langsung pertandingan Liga Champion antara AC Milan Vs Tottenham Hotspur dan itu merupakan pengalaman yang sangat luar biasa buat saya yang notabene pecinta olahraga sepakbola.

4. Firenze dan Pisa, melihat langsung menara Pisa, yang terkenal karena kemiringannya.

5. Verona, mengunjungi Casa Julietta (Rumah Julliet) yang merupakan kisah romantis yang terkenal yaitu Romeo dan Juliet.

Selain berkunjung ke beberapa kota di Itali, saya juga berkesempatan mengunjungi beberapa kota di negara tetangga, yaitu Paris-Prancis, yang terkenal dengan landmarknya yaitu menara Eiffel dan Insbruck-Austria, negara yang berada di sebelah utara italia yang dikelilingi pegunungan Alpen.

 

Mengikuti program ini memberikan banyak manfaat buat saya; mendapatkan ilmu baru dari mengikuti perkuliahan di University of Trento dan menambah pengetahuan bahasa asing, dengan belajar bahasa Itali sekaligus memantapkan pengetahuan bahasa Inggris  yang telah saya pelajari selama ini. Yang tak kalah penting dari mengikuti program ini adalah, pengalaman hidup di negeri orang, bagaimana saya bisa bertahan disana, bersosialisasi dengan penduduk internasional dari seluruh penjuru dunia, bertukar pengetahuan budaya masing-masing, sampai akhirnya mendapatkan banyak pengetahuan tentang negara-negara lain dan tentunya banyak memperoleh teman yang berasal dari berbagai negara. Akhirnya perjalanan  di Itali harus berakhir juga, tepatnya tanggal 28 februari 2011 saya meninggalkan Itali dan kembali ke Indonesia, dengan harapan suatu saat nanti saya akan kembali lagi kesana. (Budi/Iro)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image