International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang
International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang

Jas Merah di Negeri Pizza

Author : Administrator | Senin, 16 Juni 2014 09:14 WIB
Lisna dengan background Colosseum

Jas Merah di Negeri Pizza
Oleh: Lisna Andriani
Mahasiswa Jurusan Farmasi FIKES-UMM, Alumni Erasmus Mundus 2013

Ciao!

Buongiorno!

Buonasera!

Jika Anda mendengar tiga kata itu dalam satu hari, saya pastikan bahwa Anda sedang berada di negerinya Marcopolo-Sang Pelaut Legendaris, Italia!

Melalui beasiswa Erasmus Mundus, saya berkesempatan belajar ke negeri yang berbentuk sepatu boot ini selama 10 bulan di Università di Cagliari. Kota Cagliari adalah ibukota Regione Sardegna, salah satu dari 20 regione di Italia, beriklim mediterania, dan dipenuhi dengan pantai yang berwarna biru.

Hari-hari menuntut ilmu selama di Cagliari adalah sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dalam hidup saya. Disini saya menemukan keluarga baru, teman-teman baru hampir dari seluruh belahan dunia, belajar bahasa dan budaya Italia, termasuk budaya belajar Bangsa Eropa yang membuat mereka menjadi bangsa yang maju selama berabad-abad. Contoh kecil adalah perpustakaan. Perpustakaan kampus tak pernah sepi dari mahasiswa dengan buku-buku tebalnya, rata-rata dari mereka menghabiskan waktu dari pagi hingga malam hari disana. Di dalam kelas, mereka tak pernah malu bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat dengan dosen saat pelajaran berlangsung. Selain itu, salah satu hal yang paling menantang bagi saya adalah Bahasa Italia sebagai bahasa pengantar di kelas dan hampir seluruh ujian akhir semester dilaksanakan dalam bentuk lisan. Menarik bukan?

Sambil menyelam minum air, saat akhir pekan tiba, saya dan teman-teman biasanya memilih untuk mengunjungi Pantai Poetto atau monumen bersejarah di Cagliari. Salah satu monumen yang paling saya sukai adalah ruang bawah tanah yang banyak terdapat di kota ini.

            Rasanya rugi berada di Italia tanpa mengunjungi Colosseum yang merupakan salah satu keajaiban dunia. Akhirnya, Bulan Desember 2012 dengan memanfaatkan libur Natal, saya pun melakukan perjalanan keliling Italia selama seminggu. Kota pertama yang saya kunjungi adalah Vatikan, dimana terdapat gereja San Pietro, yang merupakan Gereja Katolik Roma terbesar di dunia. Saat itu pihak gereja sedang sibuk mempersiapkan Natal 2012. Masih ada sedikit waktu, saya masuk ke Museum Vatikan dan jalan-jalan sebentar di Piazza San Pietro. Sementara Kota Roma menjadi pilihan wisata di hari kedua. Hari itu saya puaskan melihat langsung Colosseum, Montana di Trevi, dan Pantheon, gedung-gedung yang menjadi saksi bisu kebesaran Bangsa Romawi.

            Dari Roma, saya menuju ke selatan, Kota Pompeii, dengan menggunakan kereta jalur cepat yang singgah di Napoli. Dalam perjalanan menuju Pompeii, saya dan teman-teman sempat salah mengambil kereta, beruntung nyasar nya tidak terlalu jauh dan keadaan masih bisa diatasi J. Pompeii adalah kota yang tenggelam oleh letusan Gunung Vesuvius pada 79 Masehi dan baru ditemukan kembali pada tahun 1748 setelah 16 abad lamanya terkubur. Disana saya melihat langsung bagaimana megahnya kota ini sebelum dihancurkan oleh lahar gunung berapi. Pada waktu itu mereka sudah memiliki bar, restoran, pasar raya, dan amfiteater.

Puas menjelajahi kota mati, esok harinya saya lanjutkan perjalanan menuju utara tepatnya ke Firenze, kota kelahiran Renaissance. Hari itu adalah Hari Natal 2012, di sana saya harus menelan kekecewaan karena tidak bisa masuk ke Galeri Uffizi, salah satu museum seni tertua dan terkenal di dunia. Sebagai obat kekecewaan, saya pun mengambil foto di depan Basilica Santa Maria del Fiore yang merupakan gereja terbesar ke-5 di Eropa. Mumpung masih pagi dan sudah berada di Firenze, rasanya sayang sekali kalau melewatkan Kota Pisa yang hanya memakan waktu 1 jam dengan kereta. Tanpa basa-basi, saya segera ke stasiun dan setibanya di Kota Pisa apalagi yang dilakukan kalau bukan mengunjungi Si Menara Miring akhirnya bisa melihat langsung!

Hari ke-5, tibalah saya di kota ke-6, Venezia, Si Kota 1000 Kanal! Saat itu pukul 00.00 dan suhu di Bulan Desember yang sangat rendah membuat uap air yang keluar dari mulut seketika membeku di udara, saya senang bermain dengan uap air itu soalnya di Indonesia nggak ada, hehehe... Dan begitulah perjalanan saya selama di Venezia, memainkan uap air sambil mengitari kota kanal menggunakan Gondola, mengunjungi Piazza San Marco, dan tak lupa belanja oleh-oleh khas Venezia, Murano Glass J

The last destination, Si Kota Mode Italia, Milan! Memasuki Kota Milan yang terlihat adalah sisa-sisa salju yang baru turun di Eropa Selatan. Walaupun tidak berkesempatan melihat langsung turunnya salju, saya sudah sangat bahagia dapat melihat sisa-sisanya, hehehe. Wisata pilihan saya di kota ini adalah Duomo di Milano yang merupakan gereja terbesar ke-4 di Eropa dan Stadion San Siro, rumah bagi Inter dan A.C. Milan. Di Stadion San Siro, selain berkesempatan mengunjungi ruang ganti bagi para pemain, saya juga sempat bertemu dengan beberapa orang pelajar Indonesia di Eropa yang sedang memanfaatkan liburan. Lumayan kan, liburan sambil menambah teman, sambil belajar sejarah juga.

 

Begitulah sekelumit cerita saya selama di Italia. Bukan hanya tentang jalan-jalan yang luar biasa menyenangkan tapi banyak pelajaran hidup yang saya dapat dengan mempelajari sejarah Bangsa Eropa dari kota ke kota dan hubungannya dengan kehidupan mereka hari ini. Tak salah jika Presiden Soekarno dalam pidato terakhirnya di HUT RI mengatakan sebuah semboyan, “JAS MERAH, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” karena dari sejarah itulah kita mengevaluasi diri untuk menjadi bangsa yang lebih baik kedepannya. Amin. (Lisna/iro)



Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image