International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang
International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang

Cerita Negeri Matador

Author : Administrator | Rabu, 25 Juni 2014 14:20 WIB
 

Cerita Negeri Matador

Oleh: Desti Saheni

Mahasiswa Jurusan Ilmu Keperawatan FIKES – UMM

Alumni Erasmus Mundus 2010

Spanyol adalah negara pertama yang saya pilih untuk menjadi tempat saya menempuh pendidikan Bachelor of Psychology. Walau pada dasarnya saya menempuh pendidikan keperawatan di kampus UMM tercinta, namun jurusan Psikologi bisa melengkapi ilmu keperawatan jiwa saya. Malam hari di kota Murcia tepat tanggal 27 Agustus 2011, saya menginjakkan kaki pertama kali di tanah matador bersama dua teman dan salah satu dosen yang memiliki kesempatan sama seperti yang akan saya rasakan. Murcia, menurut saya, merupakan kota yang sangat tenang dengan warganya yang sangat ramah dan rajin menyapa sesama.

Pada hari-hari pertama, saya dan rombongan mencoba mengenal kota ini dengan berjalan-jalan ke sekitar kota dan kampus. Semuanya berjalan cukup sulit karena kami memiliki kendala dalam berkomunikasi. Tidak semua warga spanyol bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Jadi kami menggunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh seluruh orang di dunia yaitu bahasa tubuh/ isyarat. Namun komunikasi dengan cara tersebut cukup manjur untuk mengatasi masalah yang kami hadapi.

Selain sebagai pengalaman pertama menginjakkan kaki di salah satu negara di Benua Eropa, ini juga merupakan pengalaman pertama saya menempuh bulan Ramadhan di belahan benua yang berbeda sekaligus merayakan Hari Raya Idul Fitri hanya bersama teman satu rombongan. Pada malam takbir, kami hanya bisa memutar dan mendengarkan suara takbir dari Laptop. Bahkan, setelah melakukan shalat Ied, saya langsung menjalani kuliah Intensif Bahasa Spanyol.

Untuk memudahkan kami dalam berkomunikasi, minimal dalam kehidupan sehari-hari saya mempelajari bahasa Spanyol dalam waktu yang cukup singkat. Kami dididik dengan sangat baik oleh guru bahasa Spanyol bernama Mario. Hingga akhirnya saya merasa memiliki cukup bekal mengenai bahasa spanyol. Saya belajar bahasa Spanyol secara intensif selama satu bulan hingga tahun ajaran baru dimulai yaitu pada tanggal 20 September 2011.

Kampus tempat saya belajar terdiri dari 2 kampus, yang pertama bernama, La Merced, jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal dan kampus kedua bernama Espinardo, ini merupakan pusat dari kampus Universidad de Murcia, dan di sinilah setiap hari saya menghabiskan waktu mengikuti proses perkuliahan. Kampus memiliki transportasi umum yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi, termasuk saya. Namun, pada pukul 08.30 pagi bus selalu penuh sesak dengan mahasiswa yang akan berangkat ke kampus karena perkuliahan kami dimulai pada pukul 9, dan hanya diperlukan 30 menit dari tempat saya ke kampus.

Pendidikan yang saya tempuh seluruhnya berbahasa Spanyol, dikarenakan warga negara Spanyol memiliki rasa fanatik yang sangat besar terhadap bahasa mereka sendiri. Bahkan mereka diajarkan berbahasa Inggris pada sekolah dasar saja. Jadi cukup sulit bagi saya dalam menempuh mata kuliah di kelas. Namun saya sangat bersyukur, teman sekelas yang pandai berkomunikasi dalam bahasa Inggris sangat peduli dan selalu memberikan informasi tentang mata kuliah yang saya tempuh. Selain itu, saya juga mendapatkan dosen yang sangat mengerti keadaan saya, jadi mereka memberikan beberapa keringanan terhadap mata kuliah yang saya tempuh, seperti berkonsultasi secara pribadi di kantor mereka mengenai kesulitan yang saya hadapi di kelas. Walaupun begitu, saya harus tetap mengikuti perkuliahan di kelas. Pada awalnya agak membosankan, karena saya sama sekali tidak mengerti penjelasan yang diberikan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, proses pekuliahan menjadi sangat menyenangkan. Karena, selain dilakukan dengan metode ceramah, kami juga sering berdiskusi di sela-sela jam kosong. Itu sangat menyenangkan dan menarik, walau saya kurang berperan aktif di dalamnya.

Waktu terus berjalan hingga Hari Raya Idul Adha tiba tanggal 16 November 2011. Momen ini sangat berkesan bagi saya, karena  saya dan teman saya (Izzah Fijriyah dan M. Taufik Ramadhan) merayakannya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Madrid. Walaupun kami harus menempuh perjalanan selama 5 jam dengan menggunakan Bus dari Murcia ke Madrid, namun semuanya terbayarkan karena kami bisa bertemu dengan keluarga besar dari satu tanah air, mencicipi makanan khas indonesia “opor” dan beberapa kue khas Indonesia. Ternyata hal itu belum cukup menjadi hadiah yang menyenangkan di hari besar itu, karena kami bisa bertemu aktor terkenal yang menjadi pemeran utama dalam film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, Lukman Sardi. Pada saat yang bersamaan Lukman Sardi sedang mengikuti Festival Film Internasional Anak di Madrid. Alhasil, kami semua keluarga besar RI pergi “nonton bareng” film SANG PEMIMPI di salah satu bioskop di Madrid.

Sebenarnya masih banyak pengalaman berharga yang tidak bisa saya ceritakan secara panjang lebar di sini. Dan, saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT, orang tua, saudara, para staff BKLN, dosen di Jurusan Keperawatan UMM dan semua pihak yang telah membantu saya secara langsung maupun tidak langsung, serta terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Malang tercinta yang dapat menyalurkan mimpi saya menginjakkan kaki di Spanyol dan Prancis, dua negara yang menjadi impian saya sejak kecil. Ya, benar-benar “A dream comes true”. (Desti/ iro)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image