International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang
International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang

Belajar di Negeri Kebab

Author : Administrator | Jum'at, 04 Juli 2014 09:29 WIB
 

Belajar di Negeri Kebab

 

Oleh: Luqman hakim

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UMM

Alumni Erasmus Mundus 2010

 

Belajar di Atilim University

Pertama menginjakkan kaki di Kampus Atilim, ada perasaan bangga yang menyeruak di sanubari karena akan bisa merasakan bagaimana mengikuti perkuliahan di kampus ini. Kampus yang berdiri pada tahun 1996 memiliki luas kurang lebih sekitar 250 hektar. Kampus ini berada sekitar 20 km dari pusat kota Ankara, untuk menuju kampus ini bisa menggunakan trasnportasi umum yaitu Bus. Kampus ini memiliki 5 fakultas dan 38 program studi. Walaupun kampus ini tergolong umurnya masih muda tapi sudah memiliki ribuan mahasiswa. Alhamdulliah saya diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk belajar dikampus dengan program beasiswa yang banyak orang – orang idamkan yaitu Erasmus Mundus. Program ini adalah beasiswa yang di berikan kepada mahasiswa yang dari negara – negara Asia untuk belajar di negara – negara Eropa dan di biayai oleh Uni Eropa. Erasmus Mundus memiliki banyak jenis beasiswa dan salah satunya yaitu Erasmus Mundus External Coperation Window (EMECW). Program EMECW adalah program yang diikuti beberapa universitas baik di Eropa maupun di Asia dan Universitas Muhammadiyah Malang termasuk dalam salah satu universitas yang mewakili Indonesia dalam program ini.

Dari 38 program studi yang disediakan oleh Universitas Atilim, saya memilih jurusan Teknik Mektronika. Mektronika adalah ilmu yang mempelajari tiga bidang yaitu mekanika, elektronika dan program. Ilmu ini merupakan ilmu yang biasa di aplikasikan dalam dunia industri otomasi ataupun dalam dunia robotika. Di program studi ini saya mengambil 5 mata kuliah yaitu sinyal dan system mektronika, system digital, system elektrika dasar, pemograman computer dan yang terakhir bahasa turki. Semua mata kuliah yang saya ambil menggunakan pengantar dalam bahasa Inggris dan ini baru pertama kalinya saya mengikuti kuliah dengan pengantar bahasa Inggris. Saya banyak mendapatkan ilmu baru dari jurusan teknik mekatronika karena di jurusan ini lebih mengarah pada pelajaran electric jadi saya banyak mendapat ilmu baru contohnya saya mendapatkan cara bagaimana menggunakan dan merangkai komponen elektronika pada mata kuliah digital system dan satu contoh lagi menggunakan alat “Oscilloscope” yaitu alat untuk mengukur gelombang yang diberikan suatu rangkaian elektronik.

Belajar di Atilim merupakan pengalaman yang sungguh sangat menyenangkan. Hal terutama yang paling menyenangkan adalah belajar bahasa Turki karena bagi saya bahasa ini cukup susah dan menantang untuk dipelajari. Kelas bahasa Turki yang saya ikuti hanya terdiri dari mahasiswa asing yaitu dari Mongolia dan Jerman, jadi suasana dalam kelas cukup mengasikkan. Selain pengalaman mendapat pelajaran baru saya juga dapat bersosialisasi dengan mahasiswa Atilim. Setelah satu semester belajar di Atilim membuat saya merasa bangga karena saya dapat melalui ini semua dengan baik dan hasil nilai yang saya dapat cukup memuaskan.

 

 

 

 

Pengalaman Hidup di Turki

Hidup di negara yang memiliki julukan negri kebab merupakan keistimewaan tersendiri. Dengan mendapatkan beasiswa ini saya dapat merasakan bagaimana hidup selama 6 bulan di negeri kebab khususnya Ankara, tak pernah terbayangkan pada masa kecil bahwa saya dapat menikmati bagaimana hidup di negri orang. Banyak pengalaman yang saya dapat di negri ini seperti, bagaimana cara berkomunikasi dengan masyarakat Turki yang sangat ramah dan baik hati. Selain belajar, di sini saya juga menikmati hidup dengan berkeliling ke beberapa kota. Selama 6 bulan saya sudah berkeliling ke 5 kota yaitu Ankara, Konya, Antalya, Izmir dan Istanbul. Kota yang pertama kali saya kunjungi sekaligus tempat saya belajar adalah Ankara. Ankara merupakan kota yang termasuk kota pelajar karena di sini terdapat beberapa kampus dan di sini juga merupakan ibukota pemerintahan Turki. Di Ankara terdapat makam presiden pertama Turki yaitu Musta Kemal Atatürk, presiden ini merupakan presiden yang paling dihormati oleh rakyat Turki karena dia telah banyak membela negara ini. Saya pernah diajak teman saya orang Turki tepat pada tanggal 10 November untuk pergi ke Anatkabir yaitu tempat pemakaman presiden pertama, ternyata setelah sampai sana banyak sekali masyarakat Turki dari penjuru kota Turki datang untuk memberikan penghormatan kepada dia.

Setiap akhir minggu saya dan beberapa teman di asrama sering kali pergi ke taman di tengah kota sekedar untuk refreshing. Kızılay merupakan pusat kota Ankara karena di sana banyak terdapat pertokoan. Pada waktu senggang saya dan teman – teman sering pergi ke sana untuk berbelanja baik kebutuhan sehari – hari maupun untuk oleh – oleh. Pada saat liburan tiba saya dan teman – teman pergi mengunjungi beberapa kota di Turki.

Hari pertama liburan, saya dan teman – teman pergi ke Izmir. Izmir merupakan kota yang terdapat di selatan Turki. Izmir merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalau kita pergi ke Turki karena di sana banyak terdapat tempat wisata yang indah. Saya pergi kesana menggunakan bus dari Ankara. Sesampai di sana, ternyata Izmir memiliki keindahan tersendiri karena dekat laut dan mempunyai pemandangan yang bagus sehingga membuat saya semakin bangga karena pernah kesini. Ada satu tempat yang paling indah yaitu Ephesus, kota yang ada pada zaman romawi. Bangunan Epehesus sangat unik dan asik dilihat karena banyak patung – patung. Untuk menuju ke sana dibutuhkan sekitar 3 jam menggunakan kereta api dari kota Izmir. Setelah 3 hari di Izmir saya kembali pulang ke Ankara untuk membicarakan perjalanan berikutnya. Tepat setelah 2 hari di Ankara saya dan teman – teman melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi Istanbul. Sebagai icon Istanbul merupaka kota yang paling padat penduduk di turki. Setelah tiba di sana saya dan teman – teman menginap di Guest House. Penginapan ini dekat dengan tempat – tempat wisata yang ada di Istanbul. Beberapa tempat yang kami kunjungi adalah Hagia Shopia, Blue Mosque, Dolmabache Palace, Balisica Cistern, dan tidak lupa mengujungi Grand Bazar untuk membeli beberapa souvenir di bawa pulang. Istanbul sungguh tempat paling berkesan selama saya di Turki. Suatu hari nanti saya berharap bisa kembali ke sana.

Setelah satu minggu berkeliling di Istanbul kami kembali ke Ankara. Beberapa hari di Ankara saya dan teman – teman merencanakan pergi untuk bermain Ski di Ilgaz. Ski merupakan olahraga yang tidak ada di Indonesia jadi menurut saya ini harus dicoba jika teman – teman berada di Eropa. Ternyata bermain ski tidak lah mudah yang seperti saya kira, hampir setiap kali saya mencoba meluncur pasti jatuh, namun setelah mencoba beberapa kali akhirnya saya bisa.

 

Pengalaman yang tidak kalah serunya adalah berkumpul bersama teman – teman dari Indonesia dan masak bersama – sama. Ketika saya di undang ke tempat Pak Bahrun salah satu staff kedubes Indonesia untuk turki disana saya dan teman saya thomi mencoba untuk membuat bakwan karena hanya ini yang saya bisa buat, namun banyak yang mengatakan buatan bakwan saya dan thomi enak. Dan itulah pengalaman terindah dari hidup saya selama 6 bulan di Turki. (Luqman/Iro)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image