International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang
International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang

AIESEC UMM Kenalkan Khazanah Tradisional Empat Negara

Author : Administrator | Kamis, 07 Agustus 2014 08:35 WIB
Asisten Rektor Bidang Kerjasama, Drs. Soeparto, M.Pd mengunjungi salah satu stand pameran mahasiswa AIESEC

DELAPAN aktivis AIESEC dari empat negara, yaitu Rusia, Mesir, China dan Vietnam tampak antusias memamerkan khazanah tradisional negara mereka di depan ruas jalan Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (23/7). Beberapa pernak pernik khas empat negara itu sebagian bisa dibeli oleh mahasiswa UMM sebagai kenang-kenangan, namun ada pula yang hanya dipamerkan.

      Salah seorang aktivis asal Rusia, Irina Yurievna Kohkan, saat ditemui di stand-nya, mengaku sangat gembira karena dapat mengenalkan budaya dari negaranya secara langsung pada mahasiswa di Indonesia. “Saya sengaja memilih Indonesia, karena yang saya tahu, budaya di sini jauh berbeda dengan di negara saya,” ujarnya.

      Setelah berjalan-jalan di sejumlah tempat wisata di Malang, Irina merasa bahwa pilihannya untuk melakukan global exchange ke Malang, khususnya UMM, sangatlah tepat. “Dibandingkan dengan tempat saya tinggal di Rusia, di sini tempatnya masih sangat alamiah,” tutur Irine.

      Irine juga membahas soal tradisi beragama di Indonesia yang menurutnya sangat menarik. “Kebetulan di Malang, saya tinggal bersama keluarga Muslim, jadi saya bisa mengenal lebih dekat bagaimana umat Islam menjalankan ajaran agamanya. Saya bisa melihat langsung ramainya perayaan keagamaan di negara ini,” ungkapnya.

      Di stand-nya, bersama temannya yang juga berasal dari Rusia, Ekaterina Ilynishna Katchetkova, Irina memamerkan sejumlah benda-benda tradisional. Salah satunya adalah mainan tradisional bernama Matryoshka, yaitu boneka khas Rusia yang dapat diisi dengan boneka-boneka yang lebih kecil. Model dari boneka ini beragam, ada yang menggambarkan gadis petani Rusia, tokoh dongeng, hingga pemimpin Soviet.

      Sementara itu dua aktivis AIESEC asal Mesir, Nadia Ali dan Dania Heny, memamerkan sejumlah miniatur Piramida dan Sphinx dalam ukuran dan desain yang beragam. Ada pula sketsa dua bangunan khas Mesir itu yang digambar di atas Egyptian bardy paper, yaitu kertas tradisional khas Mesir.

      Nadia dan Dania juga menyajikan makanan tradisional khas Mesir, yaitu Egyptian fool yang sering menjadi menu sarapan di negara itu. Beberapa pengunjung wanita yang kebetulan tidak berpuasa dapat menikmati makanan tersebut. “Untuk kamu, karena kamu saat ini sedang berpuasa, nanti akan saya buatkan lagi yang lebih enak selepas Idul Fitri,” ujar Nadia pada salah seorang mahasiswa yang tidak bisa menikmatinya karena sedang berpuasa.

      Di stand yang lain, dua aktivis AIESEC asal China, Ye Rou Wei dan Wang Feng memamerkan sejumlah pernak pernik tradisional seperti pembatas buku bergambar binatang yang merepresantasikan shio masing-masing tahun kelahiran. Ada pula kantung uang khas China yang identik dengan lambang kebahagiaan dan keberuntungan, serta sejumlah benda tradisional lainnya.

      “Kalau main ke China, jangan lupa hubungi saya, nanti saya temani jalan-jalan,” kata Ye Rou Wei yang menetap di kota Guangzhou ini.

      Kegiatan bertajuk Global Village Expo ini hanyalah salah satu dari tujuh kegiatan Show Your Country yang digelar AIESEC UMM agar mahasiswa Indonesia dapat mengenal kekhasan tradisional negara lain, tidak hanya dari televisi atau internet. Menurut project manager event Show Your Country AIESEC UMM Rangga Setiawan, nanti akan ada kegiatan lain seperti Exchange Master Class, Free Sharing Class, City Race, Indonesian Culture Trip, Explore Indonesian Treasure, hinggal Global Village Festival.

      Bulan depan, kata Rangga, akan lebih banyak lagi yang datang, yaitu sekitar 20 orang yang tidak hanya berasal dari empat negara tersebut. “Selain kegiatan expo budaya di kampus, 9 Agustus mendatang kita juga akan adakan kegiatan lanjutan di depan stasiun kota,” pungkas mahasiswa jurusan Hubungan Internasional UMM ini. (Han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image