International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang
International Relations Office
Universitas Muhammadiyah Malang

300 Hari 13 Negara

Author : Administrator | Jum'at, 13 Juni 2014 09:49 WIB

300 дней, 13 Cтран
300 Hari, 13 Negara
Oleh: Faikha' Fairuz Firdausi
Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional FISIP-UMM
Alumni Erasmus Mundus 2013

                  Mendengar kata Riga, Latvia pasti yang pertama kali muncul di benak Anda adalah “Dimana sih negara itu?” atau “Seperti apa sih negara itu?”. Pertanyaan ini sudah biasa saya dengar, dan saya sangat senang pada akhirnya mendapat kesempatan untuk memperkenalkan negara ini pada masyarakat Indonesia secara umum dan juga berbagi pengalaman saya selama masa studi 10 bulan di Riga, melalui beasiswa Erasmus Mundus.

                Riga, merupakan ibukot dari Latvia, sebuah negara kecil di pesisir Laut Baltik yang merupakan kawasan Eropa Timur-Utara dengan jumlah penduduk hanya sekitar dua juta jiwa. Negara ex- Soviet Union ini memiliki kedekatan historis dengan Jerman dan juga kedekatan wilayah dengan Rusia dan negara-negara Skandinavia. Eksistensinya sebagai negara bekas Uni Soviet, membuat masyarakat di negara ini berbicara bilingual, yaitu Bahasa Latvia dan Bahasa Rusia ditambah Bahasa Inggris yang juga sudah mulai digunakan secara luas. Walhasil, saya pun berkesempatan mempelajari salah satu bahasa tersulit di dunia, yaitu Bahasa Rusia.

 Lokasinya yang berada di belahan bumi utara, membuat negara ini memiliki iklim yang sangat ekstrim. Berada di sini selama sepuluh bulan, saya merasakan Winter alias musim dingin bersalju tebal dan bersuhu di bawah minus 20 hampir selama 6 bulan berturut-turut. Sementara, musim panas tahun ini datang jauh lebih cepat dari perkiraan. Setelah terbiasa dengan suhu minus, tiba-tiba saja kami langsung dihadapkan dengan suhu di atas 25 derajat. Sungguh merupakan pengalaman luar biasa!

Tidak adanya kedutaan Indonesia di Riga, mengharuskan saya berangkat ke Stockholm untuk lapor diri dan mengurus beberapa dokumen di bulan pertama masa studi saya. Satu hal lagi yang paling mengesankan adalah saya termasuk Mahasiswa Indonesia pertama yang berada di Latvia!!!  Jadi semua pengalaman saya di sini sungguh diluar dugaan. Setelah semua dokumen beres, saya mulai fokus menjelajahi Riga dan juga beberapa tempat lain di Latvia. Awal masa studi saya adalah Autumn Semester, dimana pemandangan di sekitar sangat indah dengan dedaunan yang merah dan kuning kecoklatan, membuat saya selalu berdecak kagum. Lebih menakjubkan lagi, tepat pada hari Idul Adha 1443, salju pertama turun di negara ini dengan masih dalam suasana musim gugur. Pertama kali melihat salju dalam hidup saya, It was soo exciting!

Setelah belajar keras selama Autumn, Winter adalah masa untuk berpetualang kembali. Berada di Eropa merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Fasilitas Schengen Visa mempermudah kami untuk berkeliling ke negara-negara lain di kawasan ini. Sambil memanfaatkan liburan semester dan juga sedikit menghindari musim dingin yang  ekstrim, saya mengunjungi teman saya di Warsawa dan Lublin, Polandia kemudian lanjut terbang ke Prancis dan Italia di masa liburan Natal.

               Menikmati keindahan Paris dan Roma feels like a dream comes true! Kalau sebelumnya saya hanya bisa mendengar cerita orang-orang yang pernah mengunjungi Tour d’Eiffel dan Colosseo, sekarang saya mendapat kesempatan untuk menyaksikan sendiri keindahannya. Berjalan di sekitar Sungai Seine, dan melihat reruntuhan Pantheon serta juga mengunjungi negara terkecil di dunia, Vatican sungguh sangat mengesankan. Oh ya, walau tidak banyak yang tahu, tapi saya mempelajari bahwa Riga ternyata merupakan negara kecil tempat pertama kali dibuat Pohon Natal yang saat ini digunakan oleh masyarakat seantero dunia.

            Kembali dari liburan musim dingin, saya masih dihadapkan dengan musim dingin yang berkelanjutan dan hawa yang semakin ekstrim. Masih dalam masa liburan di bulan Januari, saya memutuskan untuk berpetualang ke wilayah Mediterania, Portugal, Spanyol, dan satu yang paling spesial yaitu Maroko! Negara-negara beriklim lebih hangat ini memberikan saya kesempatan untuk menikmati musim semi sebelum waktunya, hehe..

           Berkesempatan menyeberang benua lain yaitu benua Afrika, menuju Marakkesh, Maroko tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Melihat kultur dan tradisi masyarakat yang sungguh berbeda dengan Asia dan Eropa saya dapatkan di kota yang tidak pernah tidur, Marakkesh. Sebagaimana beberapa pasar malam di Indonesia, Jama El Fena di Marakkesh seakan buka selama 24 jam non-stop. Pengalaman yang paling mengesankan setelah saya kembali ke Eropa adalah saat saya mengunjungi Istana Al-Hambra di Spanyol. Melihat secara langsung bagaimana peradaban Islam di Eropa sungguh tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Bangunan-bangunan dengan arsitektur khas Moor dengan ukiran ayat-ayat Al-qur’an dan Lafadz Allah bisa dikatakan sebagai pelengkap wisata religius saya di Eropa.

              Spring semester dimulai dengan salju yang masih turun deras dan memenuhi jalanan Riga. Liburan paskah di awal spring semester tidak saya sia-siakan. Kembali saya mengunjungi Polandia, dan bersama rekan saya mendatangi bekas sebuah kota klasik Krakow. Keindahan kota ini mirip dengan Riga, dengan kekayaan arsitektur dan gedung-gedung klasik. Sekembalinya ke Riga, saya melanjutkan studi dan mengunjungi beberapa tempat di Riga yang belum saya eksplorasi sebelumnya. Tak lupa juga saya sempatkan sambang ke dua negara terdekat Latvia, Estonia dan Lithuania.

Di tengah studi yang padat semester ini, saya berkesempatan mengunjungi salah satu kastil yang terkenal di Riga di kawasan Sigulda, dimana dulunya kastil ini milik Order Livonian, salah satu kerajaan kuno di Latvia. Di sini, kami melihat reruntuhan kerajaan di masa lampau dan juga berkesempatan untuk melihat serta memegang peralatan perang kuno yang masih asli, contohnya adalah pedang yang beratnya mencapai 4kg. Selain Sigulda, kami juga mengunjungi kastil lain di luar kota Riga, yang merupakan kastil Order Courland, yaitu Rundales Pils, terkenal dengan taman bunga dan labirin yang sudah direstorasi sebagaimana aslinya.               Summer 2013 diawali pada tanggal 1 Juni, yang juga merupakan hari pertama masa libur musim panas. Kami memanfaatkan waktu ini untuk berkunjung ke Majori, Jurmala. Jurmala adalah pesisir pantai Laut Baltik. Suasana dan hawa yang hangat didukung oleh matahari yang bersinar cerah menemani masa relaksasi kami di Jurmala. Karena Riga adalah kota kecil, maka untuk menuju Jurmala hanya diperlukan 30 menit perjalanan dengan kereta. Kami menghabiskan waktu sehari penuh sambil menunggu sunset yang saat ini biasanya sekitar jam 10 malam.

                 Belum selesai perjalanan saya selama di Eropa, pertengahan Juni ini, saya sudah mengantongi tiket untuk mengunjungi London, Amsterdam dan Berlin untuk menemui teman saya. Mengunjungi 13 negara selama 10 bulan berada di Eropa is totally awesome! (Faikha'/iro)












Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image